David Crowe Berbicara Mengenai Kontroversi AIDS (1)
ON 19.27
SOurce : http://aids-dissident.blogspot.com/2010/09/leading-aids-dissident-david-crowe.html
David Crowe adalah Presiden 'Alberta Reappraising AIDS Society' dan merupakan anggota Asosiasi Wartawan Kanada. Dalam video ini Crowe akhirnya berbicara soal kontroversi AIDS.
Crowe mengungkapkan bahwa sudah saatnya sejarah HIV-AIDS dikaji ulang. Dalam video ini Crowe menjelaskan bagaimana kumpulan 30 gejala penyakit yang berbeda kemudian di simpulkan sebagai AIDS. Bagaimana kemudian obat AZT yang tadinya merupakan produk gagal obat kanker dipakai sebagai pengobatan AIDS. Masih menurut Crowe,hasil pemeriksaan HIV false positif bisa terjadi pada siapa saja tergantung kondisi kesehatan seseorang saat melakukan tes.
Yang paling menarik adalah pendapat Crowe tentang bagaimana pendapat seorang dokter bisa sangat mempengaruhi kesehatan seseorang. ketika seseorang di diagnosis AIDS yang secara tidak langsung dianggap kutukan mati, pada saat itu pendapat dan keputusan dokter seperti 'Sihir' yang serta merta membuat pasien percaya pada kutukan tersebut dan rela melakukan apa saja yang diperintahkan oleh dokter untuk pengobatannya.
Ketika seorang ilmuwan seperti Robert Gallo mencetuskan ide tentang AIDS yang disebabkan oleh HIV. dapat dipahami tidak ada kritikan yang serius muncul ke permukaan. jika anda seorang ilmuwan muda yang masih kurang pengalaman, kritik anda terhadap ide ilmuwan sekelas Robert Gallo akan membuat karir anda mati kutu, begitu tambah Crowe.
AIDS DI AFRIKA
Definisi AIDS yang berkembang awal mula di Africa berbeda dengan yang berkembang di negara lain saat ini. berdasarkan standar WHO, jika terdapat 3 gejala dari 4 gejala berikut ; batuk yang menetap, panas yang menetap, kehilangan berat badan atau diare, maka seseorang akan dikategorikan mengidap AIDS tanpa tes HIV. itu sebabnya angka diagnosis AIDS di afrika luar biasa tinggi, karena seseorang bisa didiagnosis AIDS tanpa tes HIV. angka inilah yang kemudian meneror banyak orang di berbagai belahan dunia dengan ketakutan tak beralasan.
AIDS yang dikenal di afrika adalah sekumpulan gejala penyakit akibat kondisi cuaca, mal nutrisi dan kurang bersihnya lingkungan tempat mereka tinggal. memberikan obat AIDS tanpa memperbaki kualitas hidup dan lingkungan mereka tinggal sama saja meningkatkan resiko mereka terhadap kondisi kesehatan yang semakin buruk. salah satu obat yang diberikan kepada mereka justru mengakibatkan anemia yang semakin memperparah kondisi mereka, dimana ketika terjadi anemia parah tidak memungkinkan dilakukan transfusi darah sehingga berakhir dengan kematian.
AIDS DI AFRIKA BUKAN EPIDEMIK INFEKSI MENULAR SEKSUAL
AIDS di Afrika selalu dikaitkan sebagai epidemik infeksi menular seksual. Sebuah penelitian dari kelompok mainstream AIDS mempertanyakan hal ini. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa AIDS di Afrika bukanlah epidemik infeksi menuar seksual. Alasannya, karena ada bayi positiv HIV dari ibu negatif HIV, ada pasangan yang positif HIV dengan pasangan negatif HIV dan tetap seksual aktif, dan di beberapa negara terdapat banyak perempuan yang positif HIV dibandingkan dengan lelaki positif HIV.
Jarum suntik juga menjadi salah satu alasan penyebaran HIV, tapi sistem birokrasi yang mengatur kebijakan ini tidak banyak berbicara tentang jarum suntik di Afrika. Karena menggunakan alasan jarum suntik akan melemahkan teori mengenai AIDS itu sendiri, dimana di Afrika angka penggunaan jarum suntik sangat kecil, dan akan membuat program vaksinasi di Afrika menjadi tidak efektif.
PENELITIAN MENGENAI PENULARAN HIV TIDAK DI PUBLIKASIKAN SECARA LUAS
Sebuah penelitian di tahun 1997 dilakukan satu dekade pada beberapa pasangan yang salah satunya positif HIV. selama sepuluh tahun penelitian tidak ada angka yang menunjukkan penularan HIV kepda pasangan yang negatif. salah satu pasangan monogami yang melakukan hubungan seks tanpa kondom pun tidak mengalami penularan HIV.
KELOMPOK DISSIDENT
Berbagai upaya dilakukan untuk mendiskreditkan Peter H. Duesberg, Ph.D karena kritikan tajam nya terhadap AIDS. Namun tidak hanya Peter H. Duesberg, Ph.D, ribuan ilmuwan lainnya juga mempertanyakan hubungan antara HIV dan AIDS. di dalam websitenya, David Crowe mendokumentasikan berbagai riset dan tulisan dari sekitar 25.000 ilmuwan, akademisi, penulis,jurnalis dan aktivis yang juga mempertanyakan hal yang sama.
Ilmuwan dan Organisasi yang bekerja mempromosikan HIV-AIDS tidak akan menarik pernyataan atau teori mereka mengenai HIV-AIDS. mengapa? karena telah banyak uang yang digunakan untuk membiayai penelitian, program kesehatan dan pengembangan obat untuk HIV-AIDS. mereka atau industri farmasi, tidak akan pernah bisa membayar kerugian yang telah mereka ciptakan akibat kekeliruan ini. industri farmasi akan bangkrut.
MEDIA DAN AIDS
Media memiliki peranan besar dalam menciptakan teror yang berhubungan dengan AIDS, ataupun mematikan citra para tokoh dan ilmuwan yang melawan teori ini. Salah satunya karena jurnalis tidak memiliki pendidikan yang cukup memadai mengenai riset dan ilmu pengetahuan yang ilmiah.
ANALOGI PERANG IRAK DAN AIDS
Perang terhadap Irak didasari oleh suatu kebohongan, apa yang terjadi dalam masa 5 tahun tersebut seperti teror AIDS selama 20 tahun yang kemudian dikompres menjadi sebuah peperangan dan pembunuhan masal singkat. Sama halnya dengan AIDS, media pun tak banyak memunculkan ini ke permukaan.
Isu perang terhadap Irak kini mulai dikaji kembali, dilihat dengan cara yang lebih seimbang. namun sayangnya, orang belum melakukan hal yang sama terhadap permasalahan AIDS. salah satu alasan yangs selalu dikembangkan oleh para pencetus dan pengembang HIV-AIDS adalah; isu HIV-AIDS terlalu kompleks dan rumit untuk dikaji secara terbuka oleh masyarakat luas.
Pada kenyataannya, banyak yang bersuara melawan dan mengkaji ulang isu HIV-AIDS. namun, karena media mainstream tidak mempublikasikannya, maka gerakan ini seperti terbungkam di bawah selimut.
TAKTIK INDUSTRI FARMASI
Salah satu taktik industri farmasi adalah dengan menggunakan selebritis dan orang-orang terkenal untuk mengkampanyekan isu ini. Kecantikan atau Penampilan menjadi salah satu pintu masuknya. ide bahwa HIV AIDS membuat seseorang jauh lebih buruk dari penampilan terbaiknya dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang menjadi bintang kampanye, menjadi salah satu taktik memberi image buruk terhadap orang yang menderita AIDS.
PARA TOKOH DAN AIDS
Bill Gates dan Bill Clinton adalah beberapa tokoh yang memberikan donasi besar untuk AIDS. Apa motivasi mereka di balik ini? bisa jadi Bill Gates hanya ingin menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan. Tanpa background pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan dan pelayanan kesehatan, dengan mudah Bill Gates dapat mempercayai apa saja nasehat yang diberikan oleh para Dokter dan Ahli di bidangnya untuk memberikan uangnya bagi program AIDS di berbagai belahan dunia.
Sama dengan Bill Gates, Bill Clinton juga mendonasikan uang dalam jumlah yang banyak untuk penelitian dan pengembangan program AIDS. para ilmuwan dan organisasi yang mempromosikan AIDS berhasil meyakinkan mereka bahwa uang itu akan berguna dalam mengembangkan sistem pengobatan yang lebih baik.
Menurut Crowe, jika uang itu digunakan untuk memperbaiki kualitas air, sanitasi dan jumlah persediaan makanan di Afrika, maka dalam beberapa tahun jelas akan terlihat peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Afrika, tanpa dikait-kaitkan dengan AIDS atau dengan mengkonsumsi obat AIDS.
EFEK SAMPING MENGKONSUMSI OBAT AIDS
Menurut Crowe, Meskipun perusahaan farmasi menyatakan aman untuk dikonsumsi, namun banyak orang yang tidak menyadari terdapat 'black box warning' yaitu terhadap kerusakan liver, masalah kulit, kegagalan liver, gejala ginjal dan beberapa sindrom psikis seperti ; gugup, halusinasi,amnesia. pada gejala ginjal, dibutuhkan pemeriksaan rutin untuk mengetahui jumlah kreatinin, yang tentunya akan membutuhkan banyak biaya.
Salah satu efek samping penggunaan obat ini adalah gejala Stephen Johnson Syndrome, pada kondisi ini seseorang akan mengalami ruam kulit sehingga kulit terlepas, hal ini bisa terjadi di sekujur tubuhnya. dengan kulit yang terbuka, akan sulit bertahan hidup melawan kondisi cuaca yang ekstrem dan imunitas tubuh yang lemah.
Pada saat melakukan pengobatan ini, orang yang positif HIV harus melakukan test enzym liver untuk mengetahui kemampuan liver bertahan pada kondisi ini. Obat ini juga berpengaruh pada densitas tulang.
Bagaimana obat bisa disebut efektif jika liver dan ginjal sulit menyesuaikan dengan kondisi tersebut?
No comments:
Post a Comment